Komoditi pertanian yang banyak dikembangkan di Kabupaten Tambrau adalah tanaman pangan seperti jagung, kedelai, keladi, ubi kayu, ubi jalar, dan kacang tanah. Berdasarkan data BPS, jenis ubi-ubian merupakan tanaman yang memiliki produksi lebih tinggi dibanding komoditi yang lain, diantaranya ubi jalar memiliki produksi 336 ton, dan ubi jalar dengan produksi 155 ton. Untuk lebih jelasnya luas panen dan produksi komoditi pertanian di Kabupaten Tambrauw disajikan pada gambar 6.2 dan gambar 6.3.

Tanaman Ubi Kayu di Kabupaten Tambrauw

Diagram Luas Panen Komoditi Tanaman Pangan di Kabupaten Tambrauw
(Sumber: Kabupaten Tambrauw Dalam Angka (2009) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tambrauw Tahun 2012-2016, 2012)

Diagram Produksi Komoditi Tanaman Pangan di Kabupaten Tambrauw
(Sumber: Kabupaten Tambrauw Dalam Angka (2009) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tambrauw Tahun 2012-2016, 2012)

Ditinjau dari kebutuhan bahan pangan penduduk Kabupaten Tambrauw 2011 produksi jagung, keladi, ubi kayu, dan kedelai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan bahkan mengalami surplus, sedangkan produksi ubi jalar dan kedelai masih lebih rendah daripada tingkat kebutuhan penduduk. Sedangkan untuk padi/ beras masih mendatangkan dari daerah luar disekitar Kabupaten Tambrauw.

Tingkat Konsumsi Penduduk Terhadap Beberapa Tanaman Pangan
Sumber: BPS Papua (2007) dan SUSENAS (2002)

Diagram Kebutuhan dan Produksi Komoditi Tanaman Pangan di Kabupaten Tambrauw
(Sumber: Hasil Analisa)

Hingga saat ini jumlah lahan yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian masih jauh lebih kecil dari potensi lahan ada. Berdasarkan analisa kesesuaian lahan yang dilakukan oleh Departemen Pertanian, jumlah lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian adalah 33.442 Ha, sedangkan hingga saat ini jumlah lahan yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian sekitar 145 Ha.

Peta Arahan Penggunaan Lahan